Dan aku tetap begini, masih menulis sendiri dengan gaya bahasa sendiri (maafkan aku cikgu BM), ku pohon maaf untuk kalian juga, kerna tulisan ini bukan untuk ditangisi, bukan untuk menyakiti, sedikit ekpresi diri yang terluah dari simpanan memori ketika ada kalanya aku sedang menyendiri.
AKU.. YANG MENJADIKAN PENULISAN ITU LONTARAN JIWA, MINDA ITU PENJAGA BAHASA, KUTULIS INI SEMUA BUAT PENENANG JIWA, HARAP MAAF JIKA TERKASAR ATAU TERSALAH BAHASA.
Monday, February 18, 2013
Suatu Kenangan Terindah
Dan aku tetap begini, masih menulis sendiri dengan gaya bahasa sendiri (maafkan aku cikgu BM), ku pohon maaf untuk kalian juga, kerna tulisan ini bukan untuk ditangisi, bukan untuk menyakiti, sedikit ekpresi diri yang terluah dari simpanan memori ketika ada kalanya aku sedang menyendiri.
Thursday, January 17, 2013
Sedikit tentang pendidikan percuma (bukan bermotif politik, lebih menuju realistik)
Thursday, October 18, 2012
Tentang Aku : ISOLASI
Monday, June 11, 2012
TENTANG AKU: CINTA DIKALA MEDAN PENENTU
Friday, June 01, 2012
Warkah untuk Melayu
Wednesday, May 09, 2012
Tentang Aku Hari Ini
Wednesday, October 26, 2011
Suara Yang Hanya Sekadar Tinggal Suara
Wahai Khalifah di Muka Bumi!!
Kau telah terbuai oleh arena politik masa kini,
Sunnah telah jauh kau tinggalkan, kata kau “itu kuno”
Rakyat itu sedang meminta, rakyat itu sedang menderita!!
Aku kecewa..mereka kecewa..DIA sedang MURKA!
Suara yang hanya sekadar tinggal suara,
Suara pujian kau sebarkan,
Suara pujian kau hormat dan julang setingginya,
‘Rasuah’ itu yang kau mahukan!!??
Suara yang hanya sekadar tinggal suara,
Suara rintihan itu kau pekakkan,
Suara rintihan itu sekadar memenuhi bekas hitam,
Yang saban minggu kau lontarkan “tidak berguna”
Yang saban minggu kau keluhkan “kami sedang usaha”, “kami perlu masa”, “kami..kami..dan kami..”
Suara yang hanya sekadar tinggal suara,
“Kera di Hutan Disusukan, Anak di Rumah Mati Kelaparan”,
Kau telah terkenal seantero dunia, Tahniah! GAH namamu di ‘sana’,
Kau juga terkenal disini, tapi sungguh KEJI namamu di ‘sini’!!
Suara yang hanya sekadar tinggal suara,
“Ibarat Pahat Dengan Penukul”,
Mengapa selalu perlu ada faktor luar?
Demonstrasi itu tukulnya, tanggungjawabmu itu pahatnya,
TUKUL itukah yang kau mahukan??!
Suara yang hanya sekadar tinggal suara,
Kami bertanya mana musyawarah?
Kami bertanya mana geraknya?
Mana musyawarah? Mana gerakannya?
Disini kami bukan mengeluh,
Kami cuma terbitkan rasa kecewa,
Kami bermatian memerah keringat melepas titik-peluh,
Agar kelak generasi KITA merasa bahagia, riang ketawa.
Kami punya hak bersuara,
Kami terbitkan luluhnya jiwa,
Sekadar bersuara melepas kecewa,
Walaupun nanti SUARA YANG HANYA SEKADAR TINGGAL SUARA..
kfymzee Oktober 26, 2011 (0420)
